Cara Memperbaiki Dasi Smp – Cara Memakai Dasi Dalam 10 Detik

Cara Memperbaiki Dasi Smp – PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA SMPN 4 LAPPARIAJA KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE – PDF Free Download


PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA SMPN 4 LAPPARIAJA KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE

Cara Memperbaiki Dasi Smp

Cara Memperbaiki Dasi Smp - Cara Memakai Dasi Dalam 10 Detik

Download “PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA SMPN 4 LAPPARIAJA KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE” Masalah: Download Document

Panduan Kurikulum Smp Bl 2021 2022

1 PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA SMPN 4 LAPPARIAJA KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar HARMAYANI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1442 H/ 2020 M i

2 PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA SMPN 4 LAPPARIAJA KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar HARMAYANI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1442 H/ 2020 M ii

11 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL… i HALAMAN JUDUL… ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING… iii PENGESAHAN SKRIPSI… iv BERITA ACARA MUNAQASYAH… v SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI… vi ABSTRAK… vii KATA PENGANTAR… viii DAFTAR ISI… x DAFTAR TABEL… xii BAB I PENDAHULUAN… 1 A. Latar Belakang… 1 B. Rumusan Masalah… 6 C. Tujuan Penelitian… 6 D. Manfaat Penelitian… 7 BAB II TINJAUAN TEORITIS… 8 A. Tinjauan Tentang Guru Pengertian Guru Tugas Guru Peran Guru Fungi Guru B. Tinjauan Tentang Guru Pendidikan Agama Islam Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam Syarat-Syarat Kepribadian Guru Pendidkan Agama Islam Tugas Guru Pendidikan Agama Islam xi


12 C. Pembinaan Kepribadian Siswa Pengertian Pembinaan Pengertian Kepribadian Bentuk- bentuk Pembinaan Kepribadian Siswa BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Lokasi dan Objek Penelitian C. Fokus Penelitian D. Deskripsi Penellitian E. Sumber Data F. Instrumen Penelitian G. Teknik Pengumpulan Data H. Teknik Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sejarah Berdirinya SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupten Bone Identitas Sekolah Visi Misi dan Tujuan SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 4 Lappariaja Keadaan Siswa Sarana dan Prasarana Sekolah B. Bentuk Pembinaan Kepribadian Siswa SMPN 4 Lappariaja Peran Guru 46 C. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Kepribadian Siswa SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone…49 D. Faktor pendukung dan factor penghambat yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kepribadian Siswa SMPN 4 Lappariaja xii

13 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN xiii

14 DAFTAR TABEL Tabel 1.4 Keadaan guru di SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten bone tahunajaran 2020/ Tabel 2.4 Jumlah siswa SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten bone tahun ajaran 2020/ Table 3.4 Fasilitas Sekolah SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten bone tahun ajaran 2020/ xiv

20 6 B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana bentuk pembinaan kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja kabupaten Bone? 2. Bagaimana peran guru pendidikan Agama Islam dalam pembinaan kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja kecamatan lappariaja kabupaten Bone? 3. Apa faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan kepribadian siswa SMPN 4 Lappariaja kecamatan Lappariaja kabupaten Bone? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui bentuk pembinaan kepribadian Siswa di SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone 2. Untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan kepribadian Siswa di SMPN 4 Lappariaja kecamatan Lappariaja kabupaten Bone 3. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja kabupaten Bone

21 7 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Bagi akademik menjadi bahan informasi, masukan serta pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang pendidikan agama Islam dalam meningkatkan mutu pelajaran sesuai dengan tujuan masing-masing. b. Bagi peneliti, dapat digunakan sebagai sarana untuk menelaah sejauh mana ilmu pengetahuan yang telah peneliti pelajari dengan kenyataan di lapangan. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membina kepribadian siswa b. Bagi Siswa Hasil penelitian ini diharapkan siswa dapat mengerti, memahami, dan mampu menerapkan kepribadian siswa yang baik.


31 17 4) Guru hendaknya menjaga ketertiban majlis 5) Guru hendaknya senantiasa berzikir kepada Allah hingga sampai majlis pelajaran c. Syarat yang berkenaan dengan peserta didik 1) Guru hendaknya mengajar dengan berniat untuk mendapat ridha Allah 2) Guru hendaknya senantiasa menghidupkan syara 3) Guru hendaknya senantiasa menyebarluaskan ilmu 4) Guru hendaknya mencintai peserta didiknya 5) Guru hendaknya senantiasa menegakkan kebenaran dan meleyapkan kebatilan. 14 Kemudian pendapat lain yang dikemukakan oleh Ramayulis mengatakan bahwa, seseorang dapat menjadi guru harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Beriman b. Bertakwa c. Ikhlaks d. Berakhlak e. Berkepribadian yang integral f. Cakap g. Bertanggun jawab h. Keteladan i. Memiliki kompetensi Abd. Rahman Getteng, Menuju Guru Profesional dan Ber-Etika (cet.5, Yogyakarta:Grha Guru, 2011), h. 59

54 2 2. Identitas Sekolah Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Lappariaja Alamat Sekolah: Pattuku Limpoe RT/RW: 1/1 Kode Pos: 9276 Kelurahan: Pattuku Limpoe Kecamatan: Kec. Lappariaja Kabupaten/Kota: Kab.Bone Jenjang Pendidikan: Smp Status Sekolah: Negeri Akreditas: B SK Pendirian: 528 Tanggal SK Pendirian: Tanggal SK izin operasional: Status Kepemilikan: Pemerintah Daerah Cabang KCP/Unit: Bone 3. Visi Misi dan Tujuan SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone a. Visi Optimalisasi kinerja yang berdisiplin dalam Iman dan Taqwa

55 3 b. Misi 1) Melaksankan pembelajaran dan bimbingan secra efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki 2) Menumbuhkan semangat disiplin secara intensif kepada seluruh warga sekolah 3) Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal 4) Menumbuhkan dan mendorong optimalisasi penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. 5) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran Agama yang dianut dan budaya bangsa sehingga terbangun siswa yang kompeten dan berakhlak mulia. 6) Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. c. Tujuan 1) Keunggulan dalam perolehan nilai dan presentase kelulusan ujian nasional dan ujian sekolah. 2) Keunggulan dalam peningkatan kuantitas dan kualitas profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana serta pengelolaan pendidikan. 3) Terwujudnya budaya gemar membaca (gerakan literasi sekolah), kerjasama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan inovatif.

56 4 4) Terlaksananya program kegiatan keagamaan seperti shalat duhur, shalat dhuha berjamaah, pesantren kilat/ ramadahan.meliputi 8 standar pendidikan. 5) Terlaksananya pengembangan kurikulum yang 6) Terlaksananya pelaksanaan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan. 7) Terlaksananaya pembiasaan 5S-1P (salam, salim, senyum, sapa, santun dan peduli lingkungan). 8) Tercapainya lingkungan sekolah yang bersih, asri dan nyaman untuk pembeljaran sebagai upaya untuk pelestarian fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta kepedulian sosial Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 4 Lappariaja Tenaga pendidik di SMPN 4 Lappariaja berjumlah 20 orang. Guru honorer sebanyak 6 orang. Tenaga kependidikan di SMPN 4 Lappariaja sebanyak 12 orang yang berstatus PNS. Tabel 1.4 Pendidik dan Tenaga Pendidik Guru Di SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Tahun Ajaran 2020/2021 No. Nama Jabatan/Mata Pelajaran 1. Baharuddin, S.Pd,M.Pd Kepala Sekolah 2. Dasi, S.Pd Biologi 91 Sumber Dokumentasi SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone, Selasa 14 Juli 2020

57 5 3. Alimuddin L Bahasa Inggris 4. Fatmawati Yunus, S.Pd Fisika 5. Hj. Hamsidar, S.Pd Bahasa Indonesia 6. Hasni, S.Pd Seni Budaya 7. Jumriani, S.Pd Bahasa Inggris 8. Muh. Tahir, S.Pd Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) 9. Muhammad Idrus, S.Ag Pendidikan Agama Islam 10. St. Nardi Tenaga Administrasi Sekolah 11. Syawal, S.Pd Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 12. Drs.Umar H Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 13. Hamdana, S.Pd Matematika 14. Rosmiati, S.Pd Pendidikan Agama Islam 15. Faqih Ashari, S.Pd Bahasa Indonesia 16. Jumiarti S.,S.E,S.Pd Ekonomi 17. Widianti, S.Pd Ekonomi 18. Hasnia, S.Pd Ekonomi 19. Mirnawati, S.E Tenaga Administasi Sekolah 20. Wahyuddin Tenaga Perpustakaan 21. Jusmiati Tenaga Administasi Sekolah


58 6 Sumber:Dokumentasi SMPN 4 Lappariaja Kecamatan lappariaja Kabupaten Bone Tahun ajaran 2020/ Keadaan Siswa Siswa SMPN 4 Lappariaja berasal dari berbagai daerah dengan keanekaragaman suku, bangsa, budaya, daerah dan sebagainya. Tetapi dengan terdaftarnya pada SMPN 4 Lappariaja sesuai dengan kelas yang telah ditetapkan yaitu kelas A,B dan C. mereka dibimbing sesuia dengan program dan peraturan yang berlaku di SMPN 4 Lappariaja sehingga dapat bergabung antara yang satu dengan yang lain, hidup rukun, akrab dan menjadi populasi di SMPN 4 Lappariaja sebagai objek pendidikan dan pengajaran, berikut ini adalah keadaan siswa di SMPN 4 Lappariaja. Tabel : 2.4 Siswa SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja kabupaten Bone Tahun Ajaran 2020/2021 No. Kelas Jenis kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 1. VII A VII B VII C Jumlah VIII A VIII B

59 7 3. VIII C Jumlah IX A IX B IX C IX D Jumlah Jumlah Keseluruan Sumber:Dokumentasi Data Pendidik dan Tenaga Pendidik SMPN 4 Lappariaja Kabupaten Kecamatan Bone Tahun ajaran 2020/ Sarana dan Prasarana Sekolah Keadaan sarana dan prasarana SMPN 4 Lappariaja sama halnya dengan sekolah lainnya yang memiliki beberapa fasilitas yang erat hubungannya dengan tingkatannya yang ada pada sekolah tersebut misalnya kelas A, B, C dan D. Selain itu terdapat pula fasilitas sebagai penunjang berlangsungnya proses belajara mengajar. Untuk lebih jelasnya dilihat pada uraian berikut: Tabel :3.4 Fasilitas Sekolah SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone No. Fasilitas Jumlah Keterangan 1. Bangunan Gedung Sekolah 1 Permanen 2. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 3. Ruang Guru 1 Baik

60 8 4. Ruang TU 1 Baik 5. Ruang Perpustakaan 1 Baik 6. Ruang Keterampilan 1 Baik 7. Laboratorium IPA 1 Baik 8. Ruang Kelas 12 Baik 9. Ruang UKS 1 Baik 10. Ruang Ibadah/ Mesjid 1 Baik 11 Gudang 1 Baik 12. Toilet Guru 2 Baik 13. Toilet Siswa 4 Baik 14. Pos Satpam 1 Baik 15. Kantin 2 Baik Sumber:Dokumentasi Data Pendidik dan Tenaga Pendidik SMPN 4 Lappariaja Kabupaten Kecamatan Bone Tahun ajaran 2020/ B. Bentuk Pembinaan Kepribadian Siswa di SMPN 4 Lappariaja Kepribadian siswa merupakan kesan menyeluruh tentang sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari yang dilandasi dengan nilai-nilai ajaran Agama. Dalam hal ini sekolah merupakan wadah untuk pendidikan bagi siswa. Pembinaan kepribadian yang diadakan disekolah sangat penting bagi siswa karena akan mempengaruhi sikap, karakter, dan perilaku siswa baik disekolah maupun diluar 92 Sumber Dokumentasi SMPN 4 Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone, Selasa 14 Juli 2020

71 19 kedua adalah faktor teknologi yang menyebabkan siswa cenderung malas mengikuti pembelajaran dan pembinaan yang dilaksanakan disekolah serta teknologi yang tidak memadai yang menyebabkan siswa untuk melakukan proses pembelajaran kurang efektif sehingga munculnya rasa malas, bosan, acuh tak acuh, yang menjadi alasan atau kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Dan bukan hanya itu ada beberapa di antaranya faktor dari lingkungan dan dari siswa itu sendiri, karena kurang kesadaran dan pengawasan dari guru atau orang tua sehingga menyebabkan siswa mudah terpengaruh oleh teman sebaya ataupun orang-orang dari lingkungan masyarakat. Memang sangat wajar di zaman yang serba modern ini banyak yang perlu di perhatikan di bina terkhusus remaja banyak godaan dan tantangan yang akan menghancurkan diri dan masa depannya kelak. Hal ini bukan menjadi tugas kita sebagai guru Pendidikan Agama Islam saja melaingkan kita semua yang terlibat di dalamnya selaku para pendidik, pengajar dan Pembina yang siap mencetak kader yang bermoral berakhlak karimah, berintelektual serta memiliki kecerdasan spiritual untuk kehidupan dunia dan akhirat nantinya.

74 60 1. Kepada Guru Hendaknya guru PAI bisa menjadi suri tauladan/figur bagi peserta didiknya yang tetap mempunyai semangat dan termotivasi untuk terus membina kepribadian siswa di sekolah, karena dengan memberikan sentuhan dan pembiasaan terhadap peserta didiknya akan terbiasa dengan kegiatan-kegiatan dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. 2. Kepada Kepala sekolah Diharapkan kepada kepala sekolah untuk lebih menyemati para guru, staf, dan karyawan serta para peserta didik dalam melakukan pembinaan kepribadian, sehingga siswa mempunyai kemampuan baik kognitif, afektif maupun psikomotorik serta dapat menjadi siswa yang berkepribadian baik

77 Sardaman, 2007, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar,(Jakarta:Raja Grafindo Persada,) Soejono dan Abdulrrahman, 2005, metode Penelitian :suatu Pemikiran dan Penerapan,( Jakarta: RinekaCipta,) Sugiyono, 2017, metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantatif, kualitatif dan R&D, (cet,. 27; Bandung : Alfabeta,) Susilo Eko Madyo dalam Ramayulis, 1995, Profesionalitas Pendidikan Agama antara Harapan dan kenyataan, makalah disampaikan dalam seminar sehari Profesinoalitas Pendidik Agama. Univesitas Ahlussunnah bukit tinngi, November. Umar Bukhari, 2017, Ilmu Pendidikan Islam, (Ed.1 Cet. 3, Jakarta: Sinar Kreasindo Mediacita,) Undang-Undan SISDIKNAS No.14 tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen, Bab 1, Pasal 1(Bandung: Citra Umbara, 2006 ) Uzer Usman Muh, 2004 Menjadi Guru Profesional, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Winarno Surakhmad, 1994, Pengantar Penelitian Ilmuah, Bandung: Tarsito,


79 PEDOMAN WAWANCARA PENELITIAN SKRIPSI A. UNTUK KEPALA SEKOLAH : 1.Bagaimana bentuk pembinaan kepribadian siswa di sekolah SMPN 4 Lappariaja? 2. bagaimana peran guru PAI dalam membina kepribadian siswa di sekolah SMPN 4 Lappariaja? 3. Apa saja factor pendukung dan penghambat dalam membina kepribadian siswa dan bagaimana cara mengatasi faktor penghambat dalam membina kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja? B. UNTUK GURU: 1. Apa saja program-program pembinaan kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja? 2. Bagaimana proses pembinaan kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja? 3. Bagaimana peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja 4. Faktor apa sajakah yang menjadi penghambat dalam membina kepribadian siswa dan bagaimana cara mengatasi faktor penghambat dalam membina kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja? 5. Menurut ibu/bapak mengapa siswa harus mengikuti pembinaan kepribadian siswa? 6. Bagaimana respon dari peserta didik dengan diadakannya pembinaan kepribadian siswa ini? 7. Apa solusi ibu/bapak, ketika masih ada peserta didik yang tidak ikut seta dalam kegiatan pembinaan kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja?

Baca Juga  Cara Untuk Membersihkan Bulu Pakaian

80 C. UNTUK SISWA: 1. Bagaimana pendapat anda tentang pembinaan kepribadian siswa yang dilaksanakan di sekolah? 2. Menurut anda, bagaimana peran guru pendidikan Agama Islam dalam membina kepribadian siswa di SMPN 4 Lappariaja? 3. Faktor apa yang mempengaruhi anda sehingga semangat dalam melakukan pembinaan kepribadian siswa? 4. Faktor apa yang mempengaruhi anda sehingga terkadang anda kurang semangat dalam melakukan pembinaan kepribadian siswa?

83 Gambar: Wawancara bersama dengan Bapak Muhammad Idrus, S.Pd. Guru PAI SMPN 4 Lappariaja (Rabu ) Gambar: Wawancara dengan Siswa SMPN 4 Lappariaja (Kamis, 16-17,07,2020)

90 Harmayani, Lahir di ulaweng, tanggal 22, bulan maret, Tahun 1997 Masehi. Merupakan anak ke satu dari dua bersaudara, buah hati dari bapak Jumardin dan Ibu St. Hadrah. Mulai memasuki jenjang pendidikan formal pada tahun 2004 dan tamat pada tahun 2010 di Madrasah Ibtidaiyah No 32 Ulaweng, Kec. Lappariaja Kab. Bone. Kemudian pada tahun 2010 peneliti kembali melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 4 Lappariaja dan tamat pada tahun Kemudian pada tahun 2013 itu juga, peneliti melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Lappariaja dan lulus pada tahun Kemudian peneliti diterima sebagai Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Makassar, Jurusan Penddikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam pada tahun 2016.

Atribut Perlengkapan Seragam Sd Merah Putih Pramuka

PENGARUH METODE ACTIVE LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK PADA SISWA KELAS VIII SMP DAARUL QUR AN COLOMADU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGARUH METODE ACTIVE LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK PADA SISWA KELAS VIII SMP DAARUL QUR AN COLOMADU TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Tugas dan

Bab 3 Peran Sentral Guru PAI Dalam Memberdayakan Sekolah Sebagai Pusat Pembangunan Karakter Bangsa


Bab 3 Peran Sentral Guru PAI Dalam Memberdayakan Sekolah Sebagai Pusat Pembangunan Karakter Bangsa Guru PAI berperan sangat sentral dalam memberdayakan sekolah sebagai Pusat Pembangunan Karakter Bangsa.

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Pelaksanaannya (Bandung: Citra Umbara, 2010), h. 6.

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembinaan akhlak sangat penting ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat, agar menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur.

BAB I PENDAHULUAN. emosional, responbilitas (tanggung jawab) dan sosiabilitas. 1

1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Kepribadian dapat diartikan kualitas perilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik. Keunikan penyesuaian tersebut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara umum berarti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya pada taraf hidup yang lebih baik.


BAB I PENDAHULUAN. Peran tersebut menjadi hal yang biasa mengingat pendidikan merupakan. untuk memajukan mutu dan kualitas pendidikan di negeri ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai agen of change memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang tangguh, kokoh dan kredibel. Peran tersebut

PENGARUH PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAK SISWA KELAS VII SMP 2 KISMANTORO TAHUN 2012/2013

PENGARUH PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAK SISWA KELAS VII SMP 2 KISMANTORO TAHUN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo Oleh : ISKANDAR

BAB I PENDAHULUAN. Syaiful Bahri Djamarah, Guru & Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm 36.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru merupakan figure seorang pemimpin. Guru adalah sosok arsitektur dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun


BAB II KAJIAN TEORI. 1. Penelitian yang dilakukan oleh Syarif Hidayatullah (STAIN Jember,

BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Terdahulu Dalam melaksanakan penelitian, peneliti tidak mengesampingkan hasil dari penelitian yang lebih dahulu dilakukan oleh peneliti lain. Hal ini dilakukan dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk

UPAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) SISWA. (Studi Program Pembiasaan di SMP Negeri 3 Slahung Ponorogo) SKRIPSI

UPAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) SISWA (Studi Program Pembiasaan di SMP Negeri 3 Slahung Ponorogo) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo


2010), hlm. 57. Khayyal, Membangun keluarga Qur ani, (Jakarta : Amzah, 2005), hlm 3. 1 Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa. Bentuk

Suara Merdeka 8 Oktober 2021

BAB I PENDAHULUAN. membawa kemaslahatan bagi umat manusia (rahmat lil alamin), baik di dunia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alquran adalah kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dalam bahasa Arab guna menjelaskan jalan hidup yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia

BAB I PENDAHULUAN. 2011), hlm. 9. (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2007), hlm Rois Mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Erlangga,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia lahir ke alam dunia dalam keadaan yang paling sempurna. Selain diberi akal manusia juga diberi kesempurnaan jasmani. 1 Dengan akal dan jasmani yang sempurna

Bab 4 Belajar Mendirikan Shalat Berlatih Akhlak Mulia Membangun Kesejahteraan Umat


Bab 4 Belajar Mendirikan Shalat Berlatih Akhlak Mulia Membangun Kesejahteraan Umat Al Qur an merupakan petunjuk dari Allah Swt bagi makhluknya, jin dan manusia, yang harus diikuti sebagai pedoman dalam

PROBLEMATIKA PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI GAMPONG LHOK SEUNTANG KECAMATAN JULOK KABUPATEN ACEH TIMUR. Skripsi. Diajukan Oleh : J A S M A N I

PROBLEMATIKA PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI GAMPONG LHOK SEUNTANG KECAMATAN JULOK KABUPATEN ACEH TIMUR Skripsi Diajukan Oleh : J A S M A N I Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala

PROFIL TOKOH AGAMA ISLAM SEBAGAI TAULADAN BAGI MASYARAKAT MENURUT PANDANGAN MASYARAKAT GAMPONG BLANG SKRIPSI Diajukan Oleh SITI MEGAWATI NIM: 211001355 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas. oleh sumber daya alamnya saja, melainkan SDM-nya juga.

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi menuntut setiap bangsa memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas SDM sangat penting, karena kemakmuran

BAB I PENDAHULUAN. peserta didik. Meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kompetensi paedagogik adalah kemampuan mengelolah pembelajaran peserta didik. Meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan pelaksanaan pembelajaran. Kemampuan

DAFTAR TERJEMAH No Halaman BAB Terjemah 1 4 I Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat

BAB I PENDAHULUHAN. untuk mengenal Allah swt dan melakukan ajaran-nya. Dengan kata lain,

1 BAB I PENDAHULUHAN A. Konteks Penelitian Anak dilahirkan dalam keadaan lemah baik secara fisik maupun kejiwaan, sejak lahir seorang anak sudah dianugerahi fitrah (potensi) untuk mengenal Allah swt dan

BAB IV ANALISIS TENTANG UPAYA GURU PAI DALAM PEMBINAAN MENTAL KEAGAMAAN SISWA SMP N 2 WARUNGASEM BATANG

BAB IV ANALISIS TENTANG UPAYA GURU PAI DALAM PEMBINAAN MENTAL KEAGAMAAN SISWA SMP N 2 WARUNGASEM BATANG A. Analisis Pembinaan Mental Keagamaan Siswa di SMP N 2 Warungasem Batang Pembinaan mental keagamaan


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ajaran agama diwahyukan Tuhan untuk kepentingan manusia. Dengan bimbingan agama, diharapkan manusia mendapatkan pegangan yang pasti untuk menjalankan hidup dan juga

IMPLEMENTASI SUPERVISI PENDIDKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 3 KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG. Skripsi. Diajukan Oleh :

IMPLEMENTASI SUPERVISI PENDIDKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 3 KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG Skripsi Diajukan Oleh : MUSRAWATI Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa

BAB 1 PENDAHULUAN. tetapi pendidikan bukan sesuatu yang ada dengan sendirinya, pendidikan harus di

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kegiatan esensial dalam kehidupan manusia, karena pendidikan, manusia dapat di bedakan dengan makhluk lain yang menempati alam ini. Kenyataan

Data Nilai Snp Madrasah Binaan 2017 Berdasar Ia 2014 Mts Yaa Rouuf

BAB I PENDAHULUAN. lokal dan perubahan global yang terjadi begitu pesat. 1. bangsa ini tidak akan berkembang dan akan tertinggal dengan negara-negara

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Perkembangan dunia pendidikan dewasa ini begitu cepat, sejalan dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Dunia pendidikan sedang diguncang oleh berbagai perubahan


BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu bangsa. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun Negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitan Pendidikan merupakan bahasan penting dalam setiap insan. Keberadaannya dianggap suatu hal yang mendasar dan pokok dalam setiap kehidupan manusia. Kerap kali pendidikan

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MTs MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MTs MUHAMMADIYAH PURWOKERTO SKRIPSI Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi sebagai Syarat Mencapai Derajat Sarjana S-1 Oleh: ANIDA ISTIQOMAH AL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Masalah. perkembangan zaman yang berdasarkan Undang-undang pendidikan

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat fundamental bagi manusia karena dengan pendidikan manusia dapat maju dan berkembang supaya


BAB I PENDAHULUAN. Algensindo, 2005, hlm Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah, Bandung, Sinar Baru

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah upaya manusia untuk memanusiakan manusia. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain-nya.

BAB I PENDAHULUAN. sampai mencapai kedewasaan masing-masing adalah pendidikan. Pengalaman

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Aspek kehidupan yang harus dan pasti dijalani oleh semua manusia di muka bumi sejak kelahiran, selama masa pertumbuhan dan perkembangannya sampai mencapai kedewasaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Tanpa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Tanpa pendidikan, manusia tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, pendidikan memiliki peranan


BAB I PENDAHULUAN. kependidikan yang berkaitan dengan lainnya, yaitu belajar ( learning) dan. konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik 1.

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Ada dua buah konsep kependidikan yang

BAB I PENDAHULUAN. Mempelajari pendidikan Islam sangat penting bagi kehidupan setiap. muslim karena pendidikan merupakan suatu usaha yang membentuk

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mempelajari pendidikan Islam sangat penting bagi kehidupan setiap muslim karena pendidikan merupakan suatu usaha yang membentuk pribadi manusia menuju yang

BAB I PENDAHULUAN. didik. Untuk menghadapi dampak negatif globalisasi, agar anak didik berkualitas,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebuah kenyataan yang memprihatinkan, yang terjadi dikalangan anak didik. Untuk menghadapi dampak negatif globalisasi, agar anak didik berkualitas, mempunyai


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan setiap manusia untuk memiliki suatu pengetahuan tertentu. Peranan dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan

BAB I PENDAHULUAN. semua pihak terhadap pendidikan anak-anak, karena anak adalah amanah yang

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penulisan Dalam kehidupan yang modern seperti sekarang ini tanggung jawab semua pihak terhadap pendidikan anak-anak, karena anak adalah amanah yang dititipkan oleh Allah SWT.

Cara Mengikat Dasi Dengan Mudah 6 Ide Hebat

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses belajar (pendidikan) adalah proses yang dimana seseorang diajarkan untuk bersikap setia dan taat juga pikirannya dibina dan dikembangkan. Pendidikan adalah


BAB I PENDAHULUAN. Ibid, hal Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002, hal. 4

Cara Memperbaiki Dasi Smp - Cara Memakai Dasi Dalam 10 Detik

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar sistematis, dilakukan orang-orang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan di sekolah merupakan bentuk pemberdayaan potensi peserta didik sesuai dengan nilai-nilai yang dikembangkan dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang paling sempurna di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada manusia, salah satunya yang

BAB I PENDAHULUAN. prestasi akademik yang dicapai seseorang, akan tetapi harus di imbangi dengan


BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Kualitas sumber daya manusia yang berkarakter bukan hanya dilihat dari prestasi akademik yang dicapai seseorang, akan tetapi harus di imbangi dengan meningkatnya

PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI BERBASIS METODE PEMBIASAAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA ARIF PANJENG JENANGAN PONOROGO

PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI BERBASIS METODE PEMBIASAAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA ARIF PANJENG JENANGAN PONOROGO SKRIPSI Diajukan kepada: Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah

Baca Juga  Rumah Mewah 1 Lantai Modern - Desain Villa Klasik Modern Kolam Renang Fasad Rumah
[ ] E٤٨٤ J٤٧٧ W F : : MENGHORMATI ORANG LAIN “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami.” Orang yang paling pantas dihormati dan dihargai

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah agama yang universal dan berlaku untuk semua umat manusia dan semua zaman. Nilai-nilai dan aturan yang terkandung dalam ajaran Islam dijadikan pedoman

BAB I PENDAHULUAN. PT Rineka Cipta, 2000), hlm S. Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, (Jakarta: Bumi


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemerintah memandang bahwa guru merupakan media yang sangat penting, artinya dalam kerangka pembinaan dan pengembangan bangsa. Guru mengemban tugas-tugas sosial

BAB II. mengembangkan diri, baik dalam aspek kognitif, psikomotorik maupun sikap.12 Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak

7 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Prestasi Belajar a. Pengertian prestasi belajar Belajar adalah suatu tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri, baik dalam aspek kognitif,

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 SUMBERGEMPOL TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 SUMBERGEMPOL TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI OLEH: MASTURI NIM. 3211113120 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. manusia baik dalam hubungan dengan Tuhannya maupun berinteraksi dengan


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Agama sebagai dasar pijakan umat manusia memiliki peran yang sangat besar dalam proses kehidupan manusia. Agama telah mengatur pola hidup manusia baik dalam hubungan

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pribadi maupun bagian dari masyarakat serta memiliki nilai-nilai moral

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah mengembangkan individu sebagai manusia. Sehingga dapat hidup optimal, baik sebagai pribadi

Cara Untuk Mengikat Dasi

BAB I PENDAHULUAN. asing yang semakin menggeser minat untuk belajar membaca Al-Qur an. yang dampaknya akan menghancurkannya umat islam.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendididkan sangat penting dalam kehidupan manusia, baik bagi orang tua bahkan lebih khusus lagi bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Karena munculnya berbagai

BAB IV ANALISIS TENTANG PERAN GURU PAI DALAM PEMBINAAN MENTAL KEAGAMAAN SISWA SMP N 2 WARUNGASEM BATANG

BAB IV ANALISIS TENTANG PERAN GURU PAI DALAM PEMBINAAN MENTAL KEAGAMAAN SISWA SMP N 2 WARUNGASEM BATANG A. Analisis Pembinaan Mental Keagamaan Siswa di SMP N 2 Warungasem Batang Pembinaan mental keagamaan


BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab demi bab yang telah peneliti kemukakan diatas, maka peneliti bisa mengambil beberapa

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab demi bab yang telah peneliti kemukakan diatas, maka peneliti bisa mengambil beberapa kesimpulan sebagai 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana

Standar Kompetensi : 3. Membiasakan perilaku terpuji. Kompetensi Dasar: 3.1. Menjelaskan pengertian adil, perintah berbuat adil, dan pentingnya berbuat adil 3.2. Menjelaskan pengertian ridha, perintah

BAB I PENDAHULUAN. manusia tidak dapat berkembang dengan baik. Pendidikan dapat diartikan

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu sendi kehidupan. Melalui pendidikan, kecerdasan dan keterampilan manusia lebih terasah dan teruji dalam menghadapi dinamika kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin keberhasilan dan kelangsungan hidup Bangsa dan Negara disegala bidang pembangunan, karena pendidikan merupakan

Mendidik Anak Menuju Surga. Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Tugas Mendidik Generasi Unggulan

Mendidik Anak Menuju Surga Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA Tugas Mendidik Generasi Unggulan Pendidikan merupakan unsur terpenting dalam proses perubahan dan pertumbuhan manusia. Perubahan dan pertumbuhan kepada

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Ia dan alam semesta terjadi

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Ia dan alam semesta terjadi bukan karena sendirinya, tetapi ciptaan Allah SWT. Allah menciptakan manusia untuk mengabdi

BAB I PENDAHULUAN Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2003, hlm. 2.


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Situasi kehidupan dewasa ini sudah semakin kompleks. Kompleksitas kehidupan seolah-olah telah menjadi bagian yang mapan dari kehidupan masyarakat, sebagian

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK (Studi Kasus MTsS Harapan Mutyara Seruway) SKRIPSI

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK (Studi Kasus MTsS Harapan Mutyara Seruway) SKRIPSI Diajukan Oleh : NUR AISYAH NIM : 1012011071 Program Studi Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. mencerdaskan kehidupan bangsa juga sekaligus meningkatkan harkat dan. peningkatan kehidupan manusia ke arah yang sempurna.


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu faktor yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang, baik dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Negara berkembang seperti Indonesia,

Sekolah Kita

BAB I PENDAHULUAN. Islam yang akan menjadikan pendidikan berkualitas, individu-individu yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Islam yang akan menjadikan pendidikan berkualitas, individu-individu yang beradab dan berakhlak mulia akan terbentuk yang akhirnya akan memunculkan

binasa. 1 Keluarga merupakan satu elemen terkecil dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seorang anak ketika pertama kali lahir kedunia dan melihat apa yang ada didalam rumah dan sekelilingnya, tergambar

BAB I PENDAHULUAN. adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Dalam menghadapi perkembangan zaman dengan berbagai perubahan dan persaingan mutu, maka diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menghadapi setiap

BAB I PENDAHULUAN. sosial, sistem hukum yang tidak tebang pilih, pengayoman dan perlindungan keamanan, dan hak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam adalah sebuah agama yang komprehensif, menguraikan tentang kemaslahatan dan kepentingan masyarakat secara integral dan holistik. itulah Islam, agama yang mengatur

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Secara umum tujuan pendidikan dapat dikatakan membawa anak ke arah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum tujuan pendidikan dapat dikatakan membawa anak ke arah tingkat kedewasaan. Artinya anak dituntut agar dapat berdiri sendiri (mandiri) dalam hidupnya

BAB 1 PENDAHULUAN. proses pembelajaran kepada siswa (manusia) dalam upaya mencerdaskan dan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dalam pengertian yang lebih luas dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran kepada siswa (manusia) dalam upaya mencerdaskan dan mendewasakan siswa

BAB I PENDAHULUAN. 1 Sudarwan Danim, Pengantar Kependidikan Landasan, Teori, dan 234 Metafora

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran

BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG

77 BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG A. Analisis Tentang Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam

PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SD NEGERI NATAH NGLIPAR GUNUNGKIDUL Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Tugas guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. demikian, PAI memiliki peran strategis untuk menciptakan peserta didik yang

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bidang studi yang ada di semua jenjang pendidikan. Hal ini karena tujuan pendidikan nasional adalah agar peserta didik secara

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran yang diharapkan. Metode pembelajaran merupakan cara yang

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Dalam dunia pendidikan, proses pembelajaran adalah hal yang paling utama dan tidak bisa diabaikan. Dalam proses pembelajaran itu sendiri juga harus mempertimbangkan

BAB I PENDAHULUAN. Implementasi Kurukulum 2013 Pada Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti

1 A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan dan perubahan suatu bangsa. Pendidikan yang mampu memfasilitasi perubahan adalah pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian dan Penegasan Judul Kedudukan agama dalam kehidupan masyarakat maupun kehidupan pribadi sebagai makhluk Tuhan merupakan unsur yang terpenting, yang

Sticker Mika Speedometer New Vario 125 150 2018 2019

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya untuk memiliki kecakapan spiritual keagamaan, kepribadian,

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya

BAB V PEMBAHASAN. 1. Perencanaan pembelajaran PAI dalam meningkatkan kesadaran. meningkatkan kesadaran beribadah siswa di ke dua SMP tersebut yaitu

BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Temuan Penelitian 1. Perencanaan pembelajaran PAI dalam meningkatkan kesadaran beribadah siswa Perencanaan yang dilakukan guru Pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kesadaran

BAB I PENDAHULUAN. Persada, 2004), hlm Netty Hartati, dkk, Islam dan Psikologi, (Jakarta: PT Raja Grafindo

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Akhlak adalah gambaran kondisi yang menetap di dalam jiwa. Semua perilaku yang bersumber dari akhlak tidak memerlukan proses berfikir dan merenung. Perilaku baik dan

BAB IV ANALISIS UPAYA GURU PAI DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA-SISWI SD NEGERI SALIT KAJEN PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS UPAYA GURU PAI DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA-SISWI SD NEGERI SALIT KAJEN PEKALONGAN A. Analisis Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Siswa-Siswi SD Negeri Salit Kajen

BAB I PENDAHULUAN. interaksi positif antara anak didik dengan nilai-nilai yang akan

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang tua dan guru sudah barang tentu ingin membina anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat, mental sehat dan akhlak yang terpuji.

BAB I PENDAHULUAN. Problem kemerosotan moral akhir-akhir ini menjangkit pada sebagian

1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Problem kemerosotan moral akhir-akhir ini menjangkit pada sebagian generasi muda. Gejala kemerosotan moral antara lain diindikasikan dengan merebaknya kasus penyalahgunaan

IMPLEMENTASI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN EFEKTIF BAGI GURU DI SD NEGERI PABELAN 03 KARTASURA

IMPLEMENTASI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN EFEKTIF BAGI GURU DI SD NEGERI PABELAN 03 KARTASURA Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Progam Studi Pendidikan

IMPLEMENTASI MEDIA BLOG DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI ) DI MADRASAH ALIYAH KANJENG SEPUH SIDAYU – GRESIK

IMPLEMENTASI MEDIA BLOG DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI ) DI MADRASAH ALIYAH KANJENG SEPUH SIDAYU – GRESIK Skripsi Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha sadar

BAB I A. Latar Belakang PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha manusia dalam membina kepribadian sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

BAB I PENDAHULUAN. Taqwa, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm. 1. Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 7.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana yang dilakukan oleh guru untuk mengembangkan segenap potensi peserta didiknya secara optimal. Potensi ini mencakup

BAB I PENDAHULUAN. maupun diluar sekolah. Mengingat demikian berat tugas dan pekerjaan guru, maka ia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid. Baik secara individual maupun klasikal, baik disekolah maupun diluar sekolah.

PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MI MUHAMMADIYAH 6 NGLEGOK JENANGAN

Cara Memakai Dasi Sd Smp Sma Yang Benar Dan Rapi

PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MI MUHAMMADIYAH 6 NGLEGOK JENANGAN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

BAB I PENDAHULUAN. terutama generasi muda sebagai pemegang estafet perjuangan untuk mengisi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru merupakan pendidik di sekolah yang menjalankan tugas

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan pendidik di sekolah yang menjalankan tugas karena suatu jabatan profesional. Profesi guru tidak dapat dipegang oleh sembarang orang yang tidak

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI I BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN SKRIPSI

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI I BANDUNG TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2014-2015 SKRIPSI Oleh: KOKO SUMANTRI NIM. 3211113102 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA

Cara Memperbaiki Dasi Smp - Cara Memakai Dasi Dalam 10 Detik

BAB I PENDAHULUAN. membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana digariskan dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik. RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas).

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal pokok yang dapat menunjang kecerdasan serta keterampilan anak dalam mengembangkan kemampuannya. Pendidikan merupakan sarana yang paling tepat

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN MEMBACA DI SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia

UPAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMPN 2 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG

UPAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMPN 2 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG SKRIPSI OLEH ROFIQ ARFAN FANANI NIM 3211113157 JURUSAN PENDIDIKAN

ADAB MURID TERHADAP GURU DALAM PERSPEKTIF KITAB BIDAYATUL HIDAYAH KARANGAN IMAM GHAZALI

Baca Juga  Cara Memperbaiki Zoom Tidak Ada Suara - Cara Mengatasi Masalah Suara Zoom Cloud Meeting

ADAB MURID TERHADAP GURU DALAM PERSPEKTIF KITAB BIDAYATUL HIDAYAH KARANGAN IMAM GHAZALI Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

BAB 1 PENDAHULUAN. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995), hlm M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis,

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan agama merupakan segi pendidikan yang utama yang mendasari semua segi pendidikan lainnya. Betapa pentingnya pendidikan agama itu bagi setiap warga

BAB I PENDAHULUN. daya manusia. Dalam bidang kependidikan seorang guru harus berperan secara aktif

BAB I PENDAHULUN A. Latar Belakang Masalah Guru adalah salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang secara potensial dan professional turut serta atau berperan dalam usaha pembentukan sumber

INTEGRASI SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI SMA NEGERI 3 CILACAP BERBASIS KURIKULUM 2013

INTEGRASI SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI SMA NEGERI 3 CILACAP BERBASIS KURIKULUM 2013 Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan

Smk Nurul Falah Pekanbaru

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi siswa di mana pertumbuhan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi siswa di mana pertumbuhan dan perkembangan siswa sangat memerlukan tuntunan, bimbingan, binaan dan dorongan serta

To make this website work, we log user data and share it with processors. To use this website, you must agree to our Privacy Policy, including cookie policy.

DRAWING PIALA DUNIA:Grup mana yang persaingannya paling keras di World Cup 2022 Qatar? Klik di sini!

, Jakarta – Dasi sudah menjadi hal yang cukup familier di kalangan masyarakat. Dasi merupakan aksesori yang bisa dikenakan oleh pria maupun wanita, baik untuk acara formal maupun nonformal.

Bahkan dasi merupakan aksesori wajib yang digunakan oleh anak sekolah mulai SD, SMP hingga SMA.

Jelang Barcelona Vs Sevilla di Liga Spanyol, Xavi: Ousmane Dembele Bisa Jadi yang Terbaik di Dunia

Di sisi lain, dasi merupakan satu di antara aksesori pelengkap yang bisa menambah penampilan lebih menarik.

Meski dasi cukup familier di kalangan masyarakat, memasang dasi bukan perkara yang mudah. Masih banyak orang yang kesulitan untuk memasang dasi.

Terlebih jika simpulnya terlepas dan harus membuat simpul dasi mulai awal. Alih-alih memasang dasi untuk membuat tampilan makin rapi, dasi malah menjadi terlihat berantakan apabila tidak dipasang dengan baik.

Padahal, cara memasang dasi bisa dilakukan dengan lebih dari satu cara. Nah, bagi Anda yang tidak bisa memasang dasi, bisa menyimak beberapa caranya di bawah ini.

Lingkarkan dasi mengelilingi leher. Dengan kerah yang telah terangkat dan kemaja yang telah dikancingkan sempurna, letakkan dasi mengelilingi bahu. Letakkan ujung lebar dasi di sisi kanan, dengan ujung kecil sekitar 30 cm lebih tinggi di sisi kiri.

Pindahkan ujung lebar dasi ke sisi satunya. Silangkan ujung lebar dasi ke sisi kiri, melewati ujung lainnya. Pegang kedua sisi dasi ini dengan tangan kiri di dekat leher.

Tarik ujung lebar dasi ke belakang ujung yang lain. Lepas tangan kanan Anda. Kemudian selipkan ujung lebar dasi ke ujung lainnya. Ambil ujung lebar dasi dan tarik kembali ke sisi kanan.

Putar ujung lebar dasi. Seharusnya setelah ini ujung lebar dasi mengarah ke kiri Anda. Bagian depan dasi seharusnya kembali menghadap ke depan (sehingga jahitannya tersembunyi).

Pindahkan ujung lebar dasi ke ujung satunya sekali lagi. Selipkan ujung lebar dasi di bawahnya dan tarik ke atas melalui lilitan di leher.

Tarik ujung lebar dasi di bawah ikatan yang mengelilingi leher. Tarik ujung lebar dasi ke bawah, “melalui” ikatan di bagian depan dasi.

Kencangkan ikatan dengan menariknya ke arah ujung kecil dasi. Pastikan bahwa dasi Anda lurus dan panjangnya sesuai.

Mulailah dengan meletakkan dasi dari dalam ke luar. Ujung lebar dasi harus terletak menggantung pada bagian kanan dan ujung kecil pada bagian kiri.

Ikatan dasi berukuran sedang ini cocok untuk sebagian besar jenis kerah baju dan proporsi tubuh. Silangkan ujung lebar di bawah ujung kecil.

Bawa ujung lebar melalui simpul mengelilingi leher. Tarik ujung lebar untuk menyempurnakan simpul mengelilingi leher. Kencangkan.

Bawa ujung lebar ke atas ujung kecil dari kiri ke kanan. Tarik ujung lebar melalui simpul. Bawa ujung lebar ke bawah melalui simpul di bagian depan.

Bentuk ikatan menjadi bentuk segitiga dan tarik ujung kecil untuk mengencangkan dasi bersama kerah baju.

Suara Merdeka 18 September 2021

Letakkan dasi mengelilingi leher Anda. Satu di antara ujungnya harus lebih lebar dibandingkan dengan ujung yang lain. Pastikan ujung lebar dasi berada di sisi kanan, dan sekitar 30 cm lebih rendah dibandingkan dengan ujung kecil di sisi kiri.

Silangkan ujung lebar di atas ujung kecil. Bawa dasi Anda ke atas melalui simpul.

Bawa kembali dasi Anda ke bawah. Ujung lebar dasi seharusnya berada di sisi kiri ujung kecil. Tarik ujung lebar di bawah ujung kecil ke arah kanan.

Tarik ujung lebar melalui simpul, kali ini pada sisi kanan. Ujung lebar dasi saat ini seharusnya mengarah dari dalam keluar. Silangkan ujung lebar di atas ujung kecil lagi, dari kanan ke kiri.

Bawa ujung lebar ke bawah simpul dasi. Lipat ujung lebar melalui simpul dasi dan melalui ikatan di bagian depan dasi.

Kencangkan ikatan menjadi bentuk segitiga menggunakan kedua tangan Anda. Perlahan-lahan kencangkan ujung kecil lebih dekat ke leher Anda.

Untuk tampilan yang lebih modern, dan kasual, buatlah ikatan beberapa inci atau beberapa sentimeter di bawah kerah baju. Tetapi, untuk acara formal, lebih baik menggunakan jarak tradisional jauh dari kerah baju.

Posisikan dasi Anda pada leher bagian ujung yang lebar di sebelah kanan dan ujung yang lebih kecil berada di sebelah kiri.

Posisi dasi yang lebar bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda, namun sebaiknya tidak sampai jauh melewati pusar Anda.

Arahkan ujung dasi yang lebar ke kiri melewati bagian belakang dasi yang kecil atau ekor dasi.

Silangkan sehingga mengarah kembali ke kanan agar bagian tersebut melingkari ekor dasi.

Kembali putar ke arah bawah ekor dasi sebelah kiri, lalu bawa ke arah atas melewati lingkaran melalui bagian belakang.

Jika sudah, akan ada sela yang terbentuk dan kemudian arahkan kepala dasi ke bawah dengan melewati bagian dalamnya.

Kalungkan dasi pada leher Anda dengan ujung yang lebar terletak di sebelah kiri dan sedikit lebih panjang dari ujung yang satunya lagi.

Arahkan ekor dasi ke bagian kiri dan bawa ke belakang bagian lingkaran dasi sehingga mulai membentuk simpul yang sederhana.

Lilitkan dasi pada bagian lingkaran tersebut dengan posisi yang masih mengarah ke kiri.

Kemudian bawa bagian ekor dasi ke kanan melalui bagian belakang dan kemudian lilitkan sekali melewati bagian kepala dasi.

Bawa kembali ke kanan dan lilitkan ke leher dasi kanan dari bawah ke atas. Masukkan ujung dasi tersebut ke simpul terakhir sehingga ekor dasi berada di bagian depan.

Bawa ke kiri dan arahkan ke kanan melewati belakang kepala dasi. Arahkan kembali ke kiri atas melewati simpul terakhir.

Berita motion grafis 5 pemain incaran Manchester United pada bursa transfer musim dingin 2021, salah satunya Eduardo Camavinga.

Start Posisi 20 Moto3 Argentina, Mario Suryo Aji Ingin Raih Hasil Lebih Baik Ketimbang di Mandalika

Shin Tae-yong Mempersilakan Pemain Timnas Indonesia U-19 Tetap Berpuasa Selama TC di Korsel

Prediksi Starting XI Big Match Liga Italia, Juventus Vs Inter Milan: Tuan Rumah Kehilangan Banyak Pilar

Jual Dasi Smp Dasi Anak Smp Aksesoris Sekolah Indonesia

Target Persija di BRI Liga 1 Meleset, Bambang Pamungkas Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Awali Balapan MotoGP Argentina di Posisi Keempat, Perasaan Pol Espargaro Campur Aduk

VIDEO Prediksi Fantasy Team: Misi Sulit Sevilla Hadapi Barcelona yang Tengah On Fire, Aubameyang Jaminan Cetak Gol

VIDEO: Aleix Espargaro Pole Position di MotoGP Argentina, Cetak Sejarah Buat Aprilia Racing

Foto: Dimakan Usia, 7 Pemain Bintang yang Diprediksi Menjalani Piala Dunia Terakhirnya di Piala Dunia 2022 Qatar

Foto: Aksi Christian Eriksen saat Membawa Brentford Menumbangkan Chelsea di Liga Inggris

Foto: Dua Menit Dua Gol, Manchester United Bermain Imbang Lawan Leicester City di Liga Inggris

Foto: Inilah Deretan 4 Kiper Terbaik usai Berakhirnya BRI Liga 1 Musim 2021 / 2022

Foto: Deretan 7 Pemain dengan Nilai Pasar Tertinggi di Grup E Piala Dunia 2022, Persaingan Jerman dan Spanyol

karena tetanggaku saat masih tinggal di Jambi gemar memasak kue-kue jadul seperti bolu atau kue lebaran lainnya. Dari situ aku mulai coba-coba belajar, meski awalnya gagal. Lalu aku berpikir kenapa gagal dan akhirnya kembali mencoba hingga berhasil. Sampai akhirnya aku semakin serius dalam

siswa SMK nasional dan berhasil mendapat juara 3 nasional. Karena kompetisi ini pula akhirnya aku mendapat beasiswa dari Kemendikbud RI dan melanjutkan pendidikan yang fokus ke dunia

Awalnya juga Ayahku tidak terlalu mendukung pilihanku untuk belajar memasak. Saat SMP aku bersekolah di Madrasah yang juga memang cukup kuat ilmu keagamaannya. Ayahku lebih ingin aku melanjutkan madrasah dan ilmu agama, tapi akhirnya Ibuku meyakinkan Ayah bahwa aku memang ingin belajar tentang pastry. Hingga akhirnya sekarang Ayahku justru memberikan dukungan yang sangat kuat untuk keinginanku ini karena melihat perjuanganku dalam menjalankan apa yang aku inginkan.

juga kita mendapat tekanan dan tanggung jawab besar, tapi yang membedakan ruangan

lebih menekankan detail, karena kalau gagal tidak ada cara lain selain membuat ulang dari awal. Menjadi

menurutku juga bukan hanya sekedar bisa buat kue atau cokelat. Tapi kita dituntut untuk bisa membangun kerjasama tim yang baik, menata rencana, dan cara kerja agar bisa dijalankan dengan baik sertaefektif.

Menjadi pastry chef menurutkubukan hanya sekedar bisa buat kue atau cokelat. Tapi kita juga dituntut untuk bisa membangun kerjasama tim yang baik, menata rencana, dan cara kerja agar bisa dijalankan dengan baik sertaefektif.

Sebagai anak yang datang dari luar Jakarta, aku sebelumnya juga punya pengalaman

di Jambi. Menurutku perbedaan yang terasa adalah selera masyarakat yang berbeda karena orang Jambi tidak terlalu suka makanan manis, sedangkan di Jakarta makanan manis lebih populer. Di Jakarta juga tidak banyak mempermasalahkan hidangan yang disajikan. Saat mendapat komplain biasanya akuberusaha untuk memahami masalahnya terlebih dahulu. Kalau memang masuk akal dan bisa membuat hidangan jadi lebih enak, tentu ini dapat menjadi evaluasi bagi diri aku sendiri. Tapi kalau sudah tidak masuk akan, menurutkulebih baik hanya dijawab namun tetap mempertahankan prinsip yang saya miliki.

Saat mendapat komplain biasanya akuberusaha untuk memahami masalahnya terlebih dahulu. Kalau memang masuk akal dan bisa membuat hidangan jadi lebih enak, tentu ini dapat menjadi evaluasi bagi diri aku sendiri.

Tahun depan akujuga diberi kepercayaan menjadi delegasi Indonesia di kompetisi dunia yaitu World Skill International di Shanghai pada 17-22 Oktober 2022. Akan ada 32 negara yang bersaing termasuk Indonesia pada cabang kompetisi yang aku ikuti, yaitu

. Kompetisi ini adalah kompetisi untuk pemuda yang masih berusia dibawah 23 tahun. Untuk mengikuti kompetisi ini juga aku terlebih dahulu harus melalui kompetisi nasional. Mulai dari kompetisi siswa nasional di lombok pada 2018 dan akhirnya aku kembali terpilih di tahun 2020 untuk mewakili Indonesia.

Perjalananku dari Jambi ke Jakarta juga tetap butuh semangat belajar dan waktu bermain yang harus dikorbankan. Menurutku untuk anak-anak daerah, jangan memandang orang lain selalu lebih pintar, kita juga harus punya pola pikir bahwa kita pun bisa melakukan hal yang sama. Mengubah pola pikir juga penting, jangan merasa kecil karena berasal dari daerah. Jangan sampai pemikiran kita yang mengecilkan diri sendiri membuat kita merasa tidak bisa apa-apa. Ada banyak anak daerah yang juga bisa sukses.

Menurutku untuk anak-anak daerah, jangan memandang orang lain selalu lebih pintar, kita juga harus punya pola pikir bahwa kita pun bisa melakukan hal yang sama. Jangan merasa kecil karena berasal dari daerah.

Kodim 1502 Masohi Lakukan Pengecekan Berat Badang Anggota Yang Overweight

Setiap masukan juga bisa jadi penting bahkan masukan dari generasi yang lebih muda sekalipun. Menurut aku pribadi, semua pendapat dari orang yang memang ingin mendukung kita boleh coba kita dengarkan dan setelahnya kita pilah mana yang bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki diri. Tidak semua orang yang kita anggap cuma bisa komentar berarti salah, coba saja dengarkan dulu. Untuk semua yang sedang mulai menekuni

, semangat jangan lupa belajar giat. Nanti pasti ada kesempatan bagi kita untuk bermain.

Tidak semua orang yang kita anggap cuma bisa komentar berarti salah, coba saja dengarkan dulu.

Dalam kebahagiaan ketika kita mencintai seseorang, sekelompok orang, atau sesuatu, kita menginginkan situasi tersebut dapat berlangsung langgeng dan berkepanjangan, atau malah selamanya. Padahal, perubahan secara fisik dan mental pasti selalu terjadi, dan bisa merenggut mereka yang kita kasihi.

Banyak filsuf yang berpendapat hidup sederhana lebih terasa penuh dan berarti dibandingkan hidup dalam kemewahan. Dengan mengkonsumsi lebih sedikit, kita menghemat uang, energi dan waktu – sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. 

Sepakat untuk rehat selama dua tahun sebagai sebuah band, kali ini The Overtunes membagikan pengalaman mereka mengisi waktu luang yang mereka miliki. Mulai dari mengeksplorasi kemampuan baru, kehadiran orang-orang yang memberi warna, serta perjalanan menelusuri kembali hal-hal yang dulu sempat membahagiakan hati.